27 December 2007

3 Hari


Di bulan Disember ini, kawan sangat gembira. Lebih tepat, di bulan ini kawan memiliki 3 hari yang sungguh indah. Buat kawan lupa seketika, hal-hal di Jogja yang seakan tak pernah putus untuk tak hadir di atas meja kawan. Juga, kawan jadi lupa tentang perkara-perkara sedih di Jogja. Perkara yang buat hati jadi sakit. Paling kawan ingat, kawan cukup gembira berada di Bandung walau ini bukan kunjungan pertama kawan ke sana. (atau di sini)

Tarikh 21 hingga 24 Disember, kawan ke Jatinangor, Bandung bertemu teman-teman lama sewaktu kawan A-Level di Intec UiTM Shah Alam. Teman-teman serumah sekamar terbaik yang pernah kawan miliki. Tentunya, kawan rindu sekali pada mereka dan gelak tawa mereka yang sangat dominan dalam hidup kawan. Kami bertemu lagi di daerah itu, di mana angin pagi dan tengaharinya cukup lembut bertiup. Sawah padi yang galak menghijau di sana terlihat tenang sekali. Kawan terlena dan tersenyum di sana. Jauh ke selatan di lereng gunung, pohonan tanah tinggi membiaskan pancaran matahari yang cukup mengasyikkan, seolah-olah tersenyum mengelu-elukan kedatangan kami ke sana. Udara dingin menjengah ke permukaan epidermis dan lukisan alam di hadapan mata mewujudkan perasaan yang cukup fenomena di Ciwidel. Tasik di sana terhampar sungguh tenang dan di tengahnya tersergam pulau Batu Cinta yang kononnya menjadi saksi pertemuan dua insan bercinta. Kami menikmati pemandangan di sana sambil bercerita kisah-kisah klasik bersama. Paling memukau tentunya kombinasi air hijau kebiruan dan asap putih berkepul-kepul di permukaan daratan sulfur berdindingkan hutan rimba serta beratapkan langit biru terbentang luas di Kawah Putih. Alam telah membuktikan pada manusia, khazanah yang tersimpan di sana masih tetap anggun. Dan memohon pada umat manusia untuk dikekalkan keanggunan itu.

Jauh dari kerukunan alam yang sungguh damai nan sentosa, Kota Bandung masih tak kurang hebat pembangunannya walau sudah 2 tahun kawan tak ke sana. Kepadatan populasinya membuatkan keadaan di kota seperti kota-kota besar lain; penuh sesak. Namun tak sedikit pun menggugat semangat kawan mencari Pisang Keju di Pasar Baru dan mengincar dvd-dvd di Kota Kembang. Kami berlari-lari di tengah hujan melewati deretan toko pakaian yang menawarkan pelbagai pilihan. Kami kebasahan tetapi kami tetap gembira. Kami duduk dan bercerita lagi sambil menikmati kopi hangat di tepi jendela kaca yang menyaksikan hujan turun dengan lebat sekali.

Kawan gembira sekali di sana namun saling berjabat tangan untuk kembali ke Jogja lagi adalah saat yang paling berat. Kami saling melambai dan berterima kasih pada peluang untuk mempertemu kami sekali lagi di sana. Terima kasih juga atas layanan yang sungguh mengharukan sepanjang kawan di sana. Semoga ini pertemuan yang diberkati-Nya dan persahabatan antara kita tetap tak akan bernoktah.

5 comments:

Jie said...

aman damainya....... yg paling berharga tentunya pengalaman

Kurt Kuden said...

kak kujie.. hehe.. betul. aman damaiiii sangat.. :-)

mad redo1 said...

kok begitu dingin suasana di sana sampai kalian membutuhkan berlapis pakaian melindungi tubuh...

*jaddi dok cakkap belloh nung ni Kudeng?

HLiza said...

Memang, bertemu teman2 lama memang best..cantiknya pemandangan kat sana. Bila akak nak sampai sana yek..

Kurt Kuden said...

abg mad, haha.. dingin buanget sih!! ayuh abg mad ke sini, coba rasain dingin apa ga. haha

*sorry la ambe punye bahasa org sining pun tunggang langgang gok. haha.. abg mad cakap ok doh tu.. bule laa duduk sining..*

tapi kan, stakat duk kat sini, tmpt plg sejuk adalah bromo waktu pagi!!

Kak Hliza, dtg la kak. saya rasa bandung tempat sesuai dtg dgn famly.. shopping pun best kak hahaha